Sabtu, 08 Mei 2021

Kata Bersayap #2

Bagi beberapa orang, senyum orang papa jauh lebih menyejukkan daripada air dingin dihari yang panas

Jumat, 07 Mei 2021

Amfitrite dan Rodos


Amfitrite dan Rodos-ku
Berpelukan diantara ombak Samudra Raya
.
.
(Terinspirasi dari Elysium/Now We Are Free -  Hans Zimmer/Lisa Gerrard )

Minggu, 02 Mei 2021

Sebuah Resensi Picisan : Pelajaran Dari Tiongkok

Identitas Buku 

Judul Buku : Pelajaran Dari Tiongkok : Catatan Dahlan Iskan

Penulis Buku : Dahlan Iskan

Penerbit Buku : JP Books

Cetakan : Tahun 2008

Tebal : 268 Halaman

Ringkasan 
Dahlan Iskan mungkin satu diantara tokoh Indonesia yang nampak sekali menunjukkan kekaguman pada Republik Rakyat China, khususnya pada lompatan-lompatan yang berhasil dilakukannya tak hanya sebagai negara namun juga sebagai bangsa. Tak aneh sebetulnya mengapa beliau begitu seperti itu, saya menangkap beliau begitu ingin kita, sebagai bangsa Indonesia meniru apa yang dilakukan Cina sebagai negara dan bangsa.  Sama-sama berpopulasi besar, sama-sama bangsa yang tua namun negara yang masih berumur muda, sama-sama mengalami kepahitan diawal-awal kemerdekaan ds. Dari kesamaan-kesamaan tsb,mungkin beliau melihat banyak kesamaan antara kita dan bangsa Cina sehingga apa yang dilakukan mereka untuk berkemajuan, bisa kita tiru secara persis sehingga kita pun bisa tampil di pentas dunia secara gagah. 
Sejak tahun 2004 beliau begitu sering menulis secara lepas di koran JawaPos milik beliau yang kemudian dikumpulkan menjadi satu kesatuan berupa buku ini. Sejatinya buku ini berisi kesan beliau, komentar beliau serta pendapat beliau (beliau mengesankan sebagai seorang yang tua, capai melihat kondisi saat ini di Indonesia, jengah melihat pengampu kepentingan yang tidak peduli pada bangsa ini, dan berharap menulis ini bagi dan untuk anakmuda agar bisa menginspirasi mereka) mengenai kemajuan baik dibidang infrastruktur, ekonomi, bisnis bahkan sosial kemasyarakatan di Cina. Kala itu beliau sering sekali melawat ke negeri Tirai Bambu disamping urusan beliau sebagai pemimpin sebuah kerajaan media, juga dikarenakan beliau ditunjuk sebagai pimpinan sebuah BUMD milik provinsi Jawa Timur yang sedang melakukan ekpansi bisnis sehingga memerlukan kunjungan kesana. 
Mengguritanya sistem jalan tol, perkembangan pesat sistem kereta api, meledaknya pertumbuhan ekonomi, menggeliat pusat-pusat industri di desa-desa, keterbukaan terhadap investasi, tingginya semangat untuk maju di kalangan muda adalah beberapa topik utama yang dikemukakan di buku ini yang seyogyanya bisa kita tiru sebagai bangsa Indonesia.

Kelebihan : 

Tulisan yang lugas dan disampaikan secara non-formal membuat pembaca tidak terkesan digurui, namun malah pembaca merasa seakan didongengkan mengenai sebuah negeri yang tengah-tengah berahi untuk menggapai kemakmuran. Deskripsi yang tidak njlimet dan khas wartawan (yang juga businessman) membuat lembar per lembar tak bosan dibaca, apalagi bagi bila pembaca adalah anak muda yang menginginkan sebuah perubahan masif di negeri ini.

Kekurangan : 
Akan lebih manis dan menarik jika ditampilkan juga lebih banyak dokumentasi-dokumentasi untuk setiap tulisan sehingga membantu pembaca untuk lebih memiliki bayangan tentang apa yang diceriterakan

Kutipan favorit :
 "Padahal disaat kita akan kalah dari Tiongkok di sektor industri,kita aknlan bisa mengandalkan turisme. Salah satu masa depan kita adalah turisme. Tapi, siapa yang peduli?"

Jumat, 30 April 2021

Gladiator


Diperusahaan saya bekerja sebelumnya, karyawan dijuluki sebagai Warrior
Diperusahaan saya bekerja sekarang, kami ditinggikan dengan sebutan Racer.
Namun bagi saya sendiri, saya lebih suka dengan julukan Gladiator.
Warrior dan Racer bertarung karena didasarkan berbagai alasan. Bisa harta, nama besar, perempuan, kemahsyuran, jabatan atau alasan lain. Sedangkan Gladiator? Darah, keringat,lukanya diunjukkan ke hadirat altar pertempuran hanya untuk satu cita-cita murni, Kebebasan.
Kebebasan untuk kembali pada kehidupannya
Kebebasan untuk kembali pada keluarganya
Kebebasan, bahkan Kebebasan untuk keluar dari pedihnya kehidupan dan bersatu bersama Roh Agung Pencipta Semesta.
..
Sejak saya berusia 19 tahun, sejak almarhum Ibu saya meninggal, saya sudah mengatakan pada diri saya "Kepedihan ini adalah kepedihan terbesar yang akan saya hadapi. Ketika ada kepedihan lain yang menghadang, tidak mungkin dan tidak akan mungkin sebesar meninggalnya Ibu saya".
12 tahun sejak saat itu entah berapa ribu penolakan yang saya terima, entah berapa ratus harapan yang pupus, berapa puluh cita-cita yang terkubur. Hanya ada beberapa saja dari impian yang terwujud, namun saya yakin punggung saya yang terdera ribuan penolakan,pupusnya harapan,cita yang gugur sudah lebih kebal dan kebas saat ini. Penuh luka dan parut.
Tiap detik dalam hidup ini, setiap tantangan,kenikmatan,pekerjaan,usaha, bagi saya adalah pertempuran
..
Saya adalah Gladiator dalam Koloseum bernama dunia ini. Segala ketidaktercapaian dan capaian saya adalah bukan apa-apa melainkan jalan menuju pembebasan saya. Jalan dimana disaat saya sudah tak kuat menapak lagi, dimana saya akan bertemu Ibu saya dan Roh Agung Pencipta Dunia, dimana saya akan melihat beliau berkata "jadi?bagaimana selama ini perjuanganmu?"

Senin, 12 April 2021

Sebuah Resensi Picisan : Semua Tampak Mustahil Sampai Berhasil Diselesaikan

Identitas Buku 

Judul Buku : Semua Tampak Mustahil Sampai Berhasil Diselesaikan

Penulis Buku : Kathryn dan Ross Petras

Penerbit Buku : Elex Media Komputindo

Cetakan : Tahun 2016

Tebal : 277 Halaman

Ringkasan 

Ucapan seorang bijak adalah penyembuh luka, adalah bahan bakar hidup, adalah alarm kehidupan. Bagi saya pribadi, buku ini mungkin salah satu yang membosankan namun disisi lain yang sedang saya butuhkan. Fase hidup saya saat ini berada di posisi yang begitu memerlukan tambahan energi dan inspirasi dari orang-orang yang sudah melewati ombak dan badai, karang dan kapal karam, buaian duyung dan terjangan kraken, yang sudah mencapai Pulau Harapan dan impian yang menjadi keabadian. Kata bijak dari orang-orang itu lah yang membuat pejuang kehidupan tetap teguh mengayuh.  Buku ini mencakup kata-kata bijak dari filsuf, olahragawan, ilmuwan, penulis, presiden, perdana menteri , agamawan, dan orang besar lain yang satu atau lebih mungkin berkorelasi dengan apa yang sedang kita hadapi sekarang atau nanti.

Kelebihan : 

Buku yang dengan pemilihan font dan tata tulisan yang menarik, membuat kita sebagai pembaca tidak akan merasa bosan mebaca lebih dari 250 halaman dalam sekali duduk. Dilengkapi nama tokoh serta profesinya, membuat kita akan merasa lebih tertarik untuk bacaan lebih lanjut terhadap tokoh tsb. Diatas kutipan disertakan pula tema besar dari kutipan tsb sehingga lebih terklasifikasi.

Kekurangan : 

Banyak kutipan-kutipan dari tokoh yang terkenal hanya di Amerika Serikat saja seperti pemain bisbol atau american footbal sehingga bagi beberapa pembaca yang tidak mengenalnya mungkin akan merasa tidak terkoneksi dengan tokoh tsb

Kutipan favorit :
 "I am a slow walker, but i never walk back" - Abraham Lincoln

Kamis, 08 April 2021

Kata Bersayap #1

Dengan seni, budaya, dan ilmu, manusia menjadi lebih manusiawi.
Layaknya Goethe, Mozart dan Havelaar.
..
Namun terkadang, 
Dengan seni, budaya, dan ilmu pulalah, manusia melewati batas kemanusiaan itu sendiri.
Seperti Lecter, Mao dan Manson.

Jumat, 26 Maret 2021

Sebuah Resensi Picisan : Korupsi

Identitas Buku 

Judul Buku : Korupsi

Penulis Buku : Pramoedya Ananta Toer

Penerbit Buku : Hasta Mitra

Cetakan : Tahun 2002

Tebal : 154 Halaman

Ringkasan 

"Jangan pernah berharap keadilan di dunia ini" kira-kira begitu salah satu kutipan sendu dari Buya Yahya tentang timpangnya kehidupan ini. Keadilan adalah hal mahal di dunia nyata, kontras dengan apa yang disampaikan di novel "Korupsi" karya Penulis Besar Indonesia, Pram. Biasanya Pram sering menampilkan realitas tentang betapa timpang dan tidakadilnya kehidupan, seperti di seri keempat Tetralogi Buru "Rumah Kaca". Namun buku ini menampilkan sebaliknya, diakhir cerita si tokoh utama mendapatkan balasan setimpal atas apa yang dia lakukan.
Berlatar belakang Indonesia era demokrasi parlemen dimana korupsi,suap dan politik dagang sapi merajalela, buku ini menceritakan tokoh utama yang merupakan seorang kepala sebuah kantor dinas jawatan di Jakarta. Seorang kepala keluarga yang "family man", jujur, tegas, disiplin dan anti suap namun dikarenakan prinsip anti suapnya, hidupnya sangat pas-pasan dibandingkan rekan-rekan sejawatnya yang sudah terbiasa dengan lingkungan yang korup. Kebutuhan akan pendidikan, tekanan ekonomi serta "pekarangan tetangga yang lebih hijau" mengikis perlahan-lahan idealisme tokoh utama. Gabungan dari jabatan tinggi, peluang, keinginan dan bobroknya sistem membuatnya mencicip sedikit demi sedikit dosa korupsi. Dosa korupsi itupun perlahan mulai merubah sifat dan kehidupan tokoh utama. Dari semula pria setengah baya yang setia pada istri, ayah yang dekat dengan anak-anaknya, atasan yang menjadi tauladan, serta pribadi yang ramah menjadi pria setengah baya yang hobi memelihara gundik, menelantarkan anak-istrinya, mempermalukan posisinya, serta membuang jauh kesusilaan.
Akhir cerita, si tokoh utama mendekam dalam penjara dengan penyesalan terlebih saat dihakimi dihadapan anak-istri yang telah ditinggalkannya serta anak buah yang dulu begitu mengaguminya.

Kelebihan : 

Pram adalah master dalam mendeskripsikan latar belakang dan waktu dalam novelnya. Setiap kata, kalimat, frasa dalam buku ini berhasil membuat saya bisa mengimajinasikan tempat dimana tokoh-tokoh berdialog, tempat kejadian, suasana serta ambience-nya yang bercorak Indonesia tahun 1950an

Kekurangan : 

Plotnya terkesan sangat sederhana, datar, dan tidak njlimet seperti karya Pram yang laim

Kutipan favorit : 
"Keperwiraan!Keperwiraan!Keperwiraan menghadapi segala-galanya. Cukup keperwiraan yang bisa menolong Indonesia,pak"

Selasa, 23 Maret 2021

Sebuah Resensi Picisan : Komunitas Arab di Surabaya 1900 - 1942

Identitas Buku 

Judul Buku : Komunitas Arab di Kota Surabaya 1900-1942

Penulis Buku : Drs. Artono, M.Hum

Penerbit Buku : Publisher Kendi

Cetakan : Tahun 2021

Tebal : 139 Halaman


Ringkasan 

"Suku Arab di Indonesia adalah minoritas yang mayoritas", mungkin itu adalah salah satu kalimat yang bisa saya simpulkan setelah membaca buku ini. Sebagai salah satu komunitas yang cukup dominan dalam sejarah bangsa Indonesia, saya memang cukup jarang melihat buku yang mengulas mengenai komunitas Arab di Indonesia baik di rak-rak toko buku maupun di media sosial penerbit-penerbit. Saya secara pribadi memiliki ketertarikan mengenai hal ini, terlebih saat ini saya tinggal di perkampungan Arab di Surabaya persis sesuai dengan lokasi yang dibahas dibuku inj. Dengan adanya buku ini membuat saya memiliki sedikit pemahaman secara historis tentang siapa dan bagaimana komunitas Arab lahir dan tumbuh berkembang di Indonesia. Secara khusus buku ini juga merujuk pada salah satu buku karangan Huub de Jonge yang membuat saya semakin ingin mendalami mengenai komunitas Arab khususnya yang mengaku memiliki genealogi dengan Nabi Muhammad SAW.
Dikarenakan buku ini adalah pengembangan dari suatu tesis , tentunya buku ini menggunakan susunan kalimat dan kosa kata resmi khas penelitian ilmiah. Keakurasian buku ini juga terjamin karena disandarkan pada laporan-laporan, surat kabar dan penelitian pada jaman kolonial bukan hanya pada asumsi penulis. Dalam banyak bagian, saya juga tidak menemukan sudut pandang yang bias penulis. Semua disampaikan seobjektif mungkin.
Saya tahu mungkin banyak yang bertanya apa manfaat membaca buku ini? Dari saya pribadi, memahami komunitas Arab ini sangat penting, agar mampu menempatkan komunitas Arab sesuai pada porsinya di masyarakat. Terlebih saat ini masyarakat yang beragama Islam Indonesia sedang memiliki semangat dalam beragama yang sangat tinggi dan tidak dapat dipungkiri, komunitas Arab memiliki tempat tinggi dalam pandangan masyarakat Islam, sehingga sangat mungkin adanya mis-konsepsi dan timbul reaksi berlebihan jika terjadi sesuatu menyangkut komunitas Arab di Indonesia

Kelebihan : 

Uraiannya sangat padat dan jelas. Tidak ada kata-kata njlimet dan berulang sehingga pembaca tinggal menelan saja apa yang disampaikan penulis. Catatan kaki dibawah terutama sangat membantu untuk mencari rujukan buku selanjutnya.

Kekurangan : 

Saya akan sangat senang jika  gambar dan peta ditempatkan diantara paragraf-paragraf buku ini, terlebih gambar yang berwarna. Penempatan gambar (apalagi yang hitam putih) dibagian belakang buku agak merepotkan membaca dan kurang membantu pembaca untuk mengimajinasikan apa yang dijelaskan penulis.

Kutipan favorit : 
"Indonesia, simbol persatuanku
Indonesia, tanah dimana aku dilahirkan
Kesatuan orang Arab di Indonesia semakin cerah
Kita tetap setia"

Selasa, 12 Januari 2021

Sebuah Resensi Picisan : Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

Identitas Buku 

Judul Buku : Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (Edisi Revisi)

Penulis Buku : Cindy Adams

Penerbit Buku : Yayasan Bung Karno - Media Pressindo

Cetakan : Tahun 2018

Tebal : 432 Halaman



Ringkasan 

"Bung Karno adalah Indonesia", mungkin itu adalah salah satu jargon yang bisa menggambarkan beliau semasa hidup. Begitu identiknya beliau dengan negeri ini sampai apapun yang beliau putuskan semasa beliau menjabat tetap dikaji dan dibahas oleh manusia Indonesia saat ini.
Buku otobiografi ini dibuat di era dimana Bung Karno betul-betul menjadi pemain uatama dalam perpolitikan Indonesia. Kala itu Bung Sjahrir, Bung Hatta, Dr. Radjiman, Mr. Sartono berada dalam senjakala karir politik mereka, sehingga sangat khas bahwa otobiografi ini menampilkan sosok Bung Karno yang tengah memegang "power" di Indonesia.
Buku ini disajikan berurutan mengisahkan sejak beliau lahir, dewasa, masa pengasingan, pernikahan, hingga saat beliau menjabat Pemimpin Besar Revolusi dan Presiden Seumur Hidup, pembaca akan dibawa di Indonesia ke medio tahun 1900 hingga awal 60an. Bagi yang pembaca yang awam sejarah, saya sangat merekomendasikan membaca buku ini ditemani gawai agar bisa segera "googling" untuk mengecek, misalnya, kondisi Bengkulu tahun 1946 agar semakin mudah menginterpretasi dan masuk dalam apa yang dikisahkan Bung Karno.
Sesungguhnya bagi saya tidak mudah menceritakan isi buku ini, karena pada dasarnya saya juga masih belajar mendeskripsikan bagusnya kualitas suatu buku, sama sepeeti menceritakan kelezatan suatu masakan. 
Tapi salah satu poin penting yang saya pelajari setelah membaca dan membaca ulang buku ini, jangan terperangkap pada karisma seseorang. Seseorang bisa saja menjadi pemuja fanatik Bung Karno setelah membaca buku ini, kemudian bisa berbalik menjadi pencaci-nya yang hebat setelah membaca buku yang menggambarkan sisi buruk beliau. Bung Karno adalah manusia, tidak luput dari dosa, kekurangan, nafsu dan keinginan terhadap kekuasaan, terlepas dari cinta dan jasa beliau yang tak berperi bagi negeri kita, Indonesia.

Kelebihan : 

Bagi pembaca awam yang ingin memahami pemikiran Bung Karno tentunya  akan sangat menyukai karya ini, saya teringat betapa merindingnya saya saat beliau mengisahkan pertemuannya dengan seorang petani bernama Marhaen yang menginspirasi beliau untuk menggali ideologi Marhaenisme. Kata-kata beliau yang menggebu-gebu disampaikan ke Cindy Adams dan dituliskan hingga sampai ke kita semua. Antara romantis, pedas, lugas seakan-akan beliau sendiri yang menuturkan ke kita, menyampaikan itu. Membuat kita akan jatuh hati kepada Sang Proklamator itu, kepada pemikiran beliau, kepada cinta beliau pada Indonesia.
Terkadangpun kita akan merasa tidak memerlukan sisi lain dari cerita beliau, cukup dari apa yang beliau sampaikan, itulah kebenaran yang kita yakini.

Kekurangan : 

Saya pribadi lebih menyukai cetakan yang lama (sebelum edisi revisi). Penggunaan kata-kata pada edisi revisi ini lebih diperhalus sehingga terkesan lebih hambar. Bagi beberapa orang yang sudah pernah membaca karya Bung Karno, akan lebih menyukai gaya-gaya tulisan beliau yang lebih lugas dan "galak". Pada bab saat Bung Karno menjelaskan sikap beliau saat diberitakan oleh pers Barat saat kunjungan di Hawai misalnya, pada Edisi Revisi ini dirubah kata-katanya, sedangkan pada versi asli (Edisi Lama) sangat terasa kata-kata pedas, ketidaksukaan serta kritik yang dilontarkan Bung Karno pada pers Barat.

Kutipan favorit : 
"Apabila aku telah mencapai sesuatu selama diatas dunia, ini adalah karena rakyatku. Tanpa rakyat aku tidak berarti apa-apa. Kalau aku mati, kuburkanlah Bapakmu menurut agama Islam dan diatas batu kecil yang biasa engkau tulislah kata-kata sederhana : Di sini beristirahat Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia" - Bung Karno

Minggu, 10 Januari 2021

Sebuah Resensi Picisan : Ayat-Ayat Cinta

Identitas Buku 

Judul Buku : Ayat-Ayat Cinta

Penulis Buku : Habiburrahman El Shirazy

Penerbit Buku : Republika

Cetakan : Tahun 2008

Tebal : 410 Halaman



Ringkasan 

Fahri bin Muhammad Siddiq adalah mahasiswa Pasca Sarjana di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ia adalah seseorang yang khusuk, visi dan cita-cita yang jelas, didulung dengan kerja keras yang ia lakukan sejak pertama kali ia menginjak tanah Mesir. Suatu ketika ia menolong seseorang gadis Mesir bernama Noura dengan bantuan tetangganya bernama Maria. Maria adalah seorang gadis Kristen Koptik yang diam-diam menyukai Fahri. Sebagai Muslim yang taat, Fahri sangat menjaga bagaimana ia berinteraksi dengan lawan jenis, namun justru itulah yang membuat Maria menyukai Fahri.
Dilain pihak, Fahri yang pernah membantu dan membela seorang Amerika bernama Alicia, membuat seorang gadis Turki bernama Aisha jatuh hati. Aisha kemudian meminta paman Aisha yang juga kenalan Fahri untuk melamar Fahri.
Masalah kemudian muncul saat Noura melaporkan Fahri ke polisi dan menuduh Fahri menghamilinya. Fahri kemudian berjuang bersama Aisha untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah. Dibantu Maria, keluarga Maria serta berbagai koneksi Fahri, akhirnya Fahri berhasil membuktikan dipengadilan bahwa ia tidak bersalah. Namun diakhir cerita, setelah Maria menikahi Fahri dan menjadi istri kedua Fahri setelah Aisha, Maria meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya.

Kelebihan : 

Novel yang mudah dipahami dengan laur yang mudah dicerna pula. Meskipun memiliki latar belakang agama, namun dijabarkan secara gamblang dan tak membosankan. Penulis juga dibekali ilmu agama yang mumpuni sehingga mampu menjelaskan banyak masalah yang menjadi mungkin menjadi pertanyaan pembaca diluar Islam dengan sangat jelas dan masuk akal. Kelebihan lainnya adalah latar belakang kota Kairo yang dijelaskan dengan sangat detail sehingga menambah "kelezatan" saat menikmati buku ini

Kekurangan : 

Meskipun sangat subjektif, saya merasa buku ini akan lebih apik kalau disajikan dalam font yang lebih besar.

Kutipan favorit : 
"Bantulah aku berwudhu. Aku masih mencium bau surga. Wanginya merasuk kedalam sukma. Aku ingin masuk kedalamnya. Disana aku berjanji akan mempersiapkan segalanya dan menunggumu untuk bercinta. Memadu kasih dalam cahaya kesucian dan kerelaan Tuhan selama-lamanya. Suamiku, bantu aku berwudhu sekarang juga." - Maria Girgis

Sebuah Resensi Picisan : Malcom X Untuk Pemula

Identitas Buku 

Judul Buku : Malcolm X Untuk Pemula

Penulis Buku : Bernard Aquina Doctor

Penerbit Buku : Resist

Cetakan : Tahun 2006

Tebal : 185 Halaman



Ringkasan 

Malcolm X, terlahir sebagai Malcolm Little adalah satu dari dua tokoh besar kesetaraan warga kulit hitam Amerika. Dia dan Martin Luther King dianggap sebagai motor utama penggerak hak warga kulit hitam didekade 1950-1960 terlebih setelah undang-undang Jim Crow dan paket kebijakan rasialis lain diberlakukan di Amerika Serikat.
Putra seorang pendeta ini lahir dengan kecerdasan diatas anak-anak pada umumnya dan belajar tentang kerasnya dunia dan pedihnya rasisme Amerika Serikat sedari kecil. Ayahnya diduga dibunuh geng rasis kulit putih dengan ditabrakkan ke kereta api saat Malcolm berusia 6 tahun. Hidupnya kemudian berpindah-pindah dari satu geng ke geng lain, dari satu ghetto ke ghetto lain, sambil mempelajari segala yang ia ketahui mengenai dunia hitam.
Saat berusia 21 tahun, ia dipenjara 10 tahun di Penjara Kelas Menengah Kota Charlestown dimana ia berkenalan dengan organisasi Nation of Islam (NOI). Mulailah Malcolm menemukan tujuan baru dalam hidupnya dan memperbaiki dirinya. Tak lama ,kecerdasannya menarik perhatian pemimpin NOI, Elijah Muhammad dan membuatnya moncer dan menjadi inspirator bagi banyak kaum kulit hitam Amerika Serikat.
Skandal-skandal didalam NOI membuat Malcolm memutuskan keluar dari NOI dan membuat organisasinya sendiri Muslim Inc. yang mendapat bantuan dari banyak negara Arab. Kunjungan dan Ritual ibadah hajinya membuat Malcolm memutuskan pindah menjadi muslim suni dan membuat pandangannya menjadi lebih jelas mengenai masalah ras dan kesetaraan di Amerika.
Disaat-saat terakhir hidupnya, Malcolm X menjadi buruan CIA, NOI dan banyak organisasi rasis kulit putih. 21 Februari 1965, Malcolm dijadwalkan menyampaikan pidato disebuah pertemuan. Dihadapan Istri dan anak-anaknya yang ikut hadir, Malcolm X ditembak mati oleh terduga simpatisan NOI

Kelebihan : 

Buku yang cukup "dilahap" dalam satu dudukan. Didukung ilustrasi-ilustrasi bergaya Pop sehingga sangat menarik untuk dibaca. Banyak informasi tambahan yang berkaitan mengenai latar belakang pemikiran atau kehidupan tokoh utama sehingga menambah khasanah kita mengenai sudut pandang pemikiran tokoh utama.

Kekurangan : 

Dikarenakan isi buku ini berwarna hitam pitih sehingga terkesan sangat sederhana. Kemudian bagi saya pribadi, fase hidup tokoh utama saat konfrontasi dengan Martin Luther King juga sangat terbatas dalam pembahasan.

Kutipan favorit : 
"Dipersenjatai dengan pengetahuan masa lalu kita, kita dapat merancang masa depan kita. Hanya dengan mengetahui dimana kita sebelumnya, kita dapat mengetahui dimana kita sekarang, dan mengetahui dimana kita akan pergi" - Malcolm X

Menyusuri Setapak Berdua

Siang ini sungguh muak aku pada makhluk Biarlah sehari ini aku memandang Dunia sebagai ciptaan-Mu yang penuh, melihatnya tembus pada Kuasa-M...