Betapa manusia tak tahu apa itu bersyukur
Ketika KRL rusak dan mendadak, mengumpat ia "kapanlah KRL tiba, tak terkejar meetingku ini".
Ketika KRL sudah bisa beroperasi dan padat penumpang, mengumpat ia "penuh sekali KRL ini, berdesak-desakan membuatku sakit".
Ketika KRL mulai kosong dan ia bisa berdiri lega bersandar pada pojokan gerbong, ketusnya ia membatin "payah sekali kakiku, andai ku bisa duduk".
Dan ia mulai mendapatkan bangku yang kosong, ditaruhlah pinggang dan badannya pada bantalan empuk bangku, dengan sedikit pedas "kuharap aku bisa terlelap barang sekejap" lalu terlelaplah ia.
Saat distasiun transit, ia terbangun, mendesah mengeluh dan terucap pada batinnya "masih dua stasiun lagi, kenapa aku tidak wfh saja"
Kemudian KRL rusak dan terhenti lagi
"Siapa yang tidak ridha dengan ketetapan-Ku dan tidak bersabar dengan ujian-Ku, maka hendaklah ia mencari tuhan selain Aku," (HR. Ath-Thabrani dan Ibnu 'Asakir).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar