Sudah satu minggu ini saya sedikit menambah doa saya selepas selesai sembahyang.
Dari "Tuhan jadikan saya Farah Fleur Finix menjadi orang yang bersyukur" menjadi "Tuhan jadikan saya Farah Fleur Finix menjadi orang yang bersyukur dan Engkau berikan rasa cukup"
Tidak hanya merubah, berusaha men-sungguh-sungguhi doa disetiap ucapan saya.
Seakan -akan Syukur dan Rasa Cukup itu belum ada serta hadir di benak dan hidup saya.
Semalam saat saya menemani Fleur Finix tidur, saya memandang kepala anak saya yang "tumben-tumbenan" tak mau tidur dengan bundanya, saya tersenyum sambil berbisik lirih "Tuhan, terima kasih sekali..Penuhilah dada hamba dengan Rasa Cukup dan syukur".
..
..
Pagi ini seorang kerabat meninggal dunia, Almarhum meninggalkan seorang Istri dan 2 orang putra-putri yang masih kecil-kecil. Pas sekali seumuran dengan Fleur dan Finix. Saya sering memanggil Almarhum dengan sebutan "Pak".
Saya masih ingat persis, tahun lalu saya dan istri saya sering membicarakan si "Pak". Berkarir sebagai PNS di Pemprov Ibukota, Istri bekerja di perusahaan yang mapan, anak-anak yang lucu dan pintar, agama yang ditekuni dengan khusuk, fisik yang nampak sehat dan bugar, rumah dilingkungan yang baik dan terjaga.
Semua nampak sempurna, semua terlihat akan baik-baik saja bagi si "Pak"
..
Saat berita duka meninggalnya si "Pak" sampai ke telinga saya, seakan-akan Tuhan berkata pada saya "jadi, masihkah kau menginginkan kehidupannya?tak mampu lagi ia memeluk orang yang ia cintai. Apa yang Ku takdir bagimu adalah yang terbaik. Belajarlah bersyukur dan penuhi Rasa Cukup dalam hatimu seperti yang kau minta pada-Ku"
..
Mata saya berkaca-kaca membayangkan bagaimana sang Istri , putra dan putrinya harus melewati ini semua. Putranya yang berusia sembilan tahun beradzan diatas liang lahat Ayahandanya dari video yang dibagikan Istri saya. Malamnya saat kami takziah kerumah duka, Putrinya yang berusia tujuh berlarian kesana kemari tanpa menyadari Ayahnya tak akan lagi mampu memeluknya dimalam yang dingin. Setelah kami mengucapkan belasungkawa kepada Istri Almarhum kami bergegas pulang karena tak mau juga merepotkan beliau yang sedang berduka.
Dalam perjalanan pulang di mobil yang penuh keheningan, tiba-tiba Istri saya berucap "Istrinya si Pak kelihatan kuat ya Yah."
Saya menjawab pelan "Itu sekarang Sayang, masih ada handai taulan yang menemani, masih ada pelayat yang datang. Seminggu lagi mungkin sepi akan menyerang, anak-anak akan mulai rewel dan bertanya"
Membayangkanpun saya tak sanggup.
Semoga Tuhan memberikan kesabaran dan ketabahan bagi mereka.
..
Tuhan memang Maha
Saya meminta sifat Syukur dan Rasa Cukup, Ia memberikan pelajaran.
Salah satu kutipan yang paling saya suka adalah dari film Evan Almighty "ketika engkau meminta keberanian, apakah Tuhan langsung memberikan keberanian?ataukah Tuhan memberi kesempatan untuk menjadi Berani? Ketika engkau meminta pada Tuhan keluarga yang bahagia, apakah Ia langsung menganugerahkan keluarga yang bahagia padamu?atau Ia memberikan padamu kesempatan dan waktu untuk memperbaiki diri dan berusaha menyayangi satu sama lain?"
Guru saya pernah berkata " Tuhan selalu mengabulkan doa hamba-Nya namun Tuhan akan selalu cepat dalam mengabulkan doa hamba-Nya jika itu berkaitan dengan perbaikan diri dan ibadahnya"
Dan itu benar adanya
..
..
Depok, 4 Agustus 2026

