Rabu, 05 Agustus 2026

Optimis Masuk Surga



Jadi ini maksudnya kenapa banyak ustad/kyai/guru optimis kalau orang Indonesia gampang masuk surga

Di Mahsyar dan Timbangan kelak bakal banyak orang yg dapat free Pahala,paling banyak dari koruptor-koruptor memalukan itu.

"Koruptor yang dzolim yang cuma dapat hukuman 2-3 th didunia itu harus balikin 1-1 apa yg mereka korupsi ke 280 jt rakyat Indonesia yg dikonversi dari pahala-dosa mereka"
Tobat? tobat krn dzolim pada orang lain bisanya diterima cuma 1 cara, minta maaf secara langsung di dunia pada yg dirugikan.

Jadi bayangin bapak ibu sekalian dapat free pahala dari koruptor2 itu:

1. Korupsi pertamax entah brapa ratus trilyun
2. Korupsi tol-jembatan-pelabuhan dan ratusan infrastruktur era 2014-2024 entah brapa ratus trilyun(wes rasah munafik, kami uda tau, cuma diem aja)
3. Korupsi antam entah brapa ribu trilyun
4. Korupsi asabri
5. Korupsi ptpn
6. Dll termasuk dana haji, pengadaan quran
7. Belum korupsi jaman pak harto yg katanya bisa sampe 70 Milyar dollar (konversi aja inflasinya skrg), korupsi jaman pak karno, korupsi pertamina ibnu sutowo
8. Belum dana desa, korupsi sim/stnk,ektp,jalan kabupaten, gedung sekolah,MBG,Kopdes,Emas 76 kg
Westalah, sholat 5 waktu-ngaji-ra macem2, InsyaAllah Jannah ko...Tenang wae, dosa-dosa kecil kita pasti di full-backup oleh Rahmat-nya Gusti Pengeran sama Syafaat Kanjeng Nabi, dan bakal banyak panenan PASIF INCOME PAHALA kelak buat kita, semua Rakyat Indonesia,SUBSIDI SILANG DARI KORUPTOR2 ASOY ITU. KITA TAGIH SEMUA SATU PERSATU

Quote Ceria Aulia #7


Karena mereka tahu, Tangan yang memberi Nikmat adalah Tangan yang sama yang menuliskan Ujian.
Airmata bagi para Pecinta bukan tanda luka melainkan air yang membersihkan cermin hati.
Selama engkau berkata "ini milikku", engkau masih jauh.
Ketika engkau berkata "ini milik-Mu", engkau mulai pulang.
Ketika engkau tidak lagi melihat "aku dan milikku, hanya ada Dia" maka disitulah Tabir mulai tersingkap dan hati  mengenal-Nya tanpa batas.
Hidup adalah sungai panjang yg mengalir dari rahasia menuju rahasia, cuma manusia sibuk meminum airnya, tetapi para Arif mencari Sumbernya.

Syukur adalah perahu kecil yang membawa Ruh menembus kabut dunia.
Bukan dunia yang dituju, tapi Sang Mata Air yang tak pernah kering.
Pengenalan sejati bkn ditemukan dari hati yg sibuk, pengenalan sejati lahir dari hati yg tunduk.
Ketika syukur jadi nafasmu, ketika ridho jadi langkahmu..maka tirai akan terbuka perlahan.dan engkau akan melihat saat itu bahwa sejak awal bahwa yg kamu cari sejak awal sebenarnya selalu dekat.
Bersyukurlah dengan sadar, dengan lisan yg jujur, dengan amal yg rendjuah hati. Krn syukur bukan memuji nikmat, tapi syukur adl menyadari Sang Pemberi Nikmat.

Kajian Jalsatul Isnain Malang 10 Mei 2026
Al Ustadz Al Habib Fahmi bin Hamid Assegaf Malang

Menikmati Masa Gelap

Bukankah masa-masa yang sering dianggap gelap dan kelam ini bisa kita nikmati?
Dalam kegelapan dan ketakutan kita nikmati berlindung dalam naungan Allah layaknya Balita dalam dekapan Ibunya ketika malam datang.
Menikmati akan datangnya upah kesabaran kita meskipun tak seluas sabarnya penduduk Syam dan Palestina.
Menikmati alunan Sholawat Asyghil yg melantun pelan diantara ramainya dunia, berharap orang dzolim saling menyakiti satu sama lain.
Menikmati berpayung pada Puasa, Sholat Malam, serta Munajat dari derasnya fitnah dunia.
Menikmati akan jika nantinya harus turun kejalan, berdiri diantara orang-orang yang masih percaya akan kejujuran dan tegaknya amar maruf nahi munkar.



Lawang, Kab. Malang, 31 Juli 2026

Malam ini mataku kembali berkaca2 saat menikmati alunan Sholawat Asyghil demgan headset murahan.
Begitu dalam...
Pikiranku melayang 
..
Mengembara..
Ruang imajiku terisi proyeksi saat aku mengendarai astrea 800 diantara pematang sawah dipinggiran Lawang.
Matahari malu-malu undur diri diufuk barat menunjukan senja mulai datang.
Aku akan ke masjid bersembahyang mgrib lalu kemudian menuju kerumah Habib Muhammad untuk mengaji.
Kemudian saat isya kembali kerumah menunggui Farah menghangatkan lodeh berlaukkan sembari menemani Fleur Finix belajar.
Diantara ketenangan dan kemerdekaan finansial dan syukur dan rasa cukup yang meluap-luap..

...

Diantara syahdunya 
Duhai nikmatnya duhai lezatnya.
Oh Rabbku yang Maha Agung..
Biarlah ini menjadi imajiku
Karena aku tau mungkin ini tak sesuai keinginanku
Karena aku tau jalan yang kupijak saat ini mungkin tak mengarah kesitu...




Lenteng Agung
31 Juli 2026
18.53

Gratitude Journal of Bapak Dua Anak #18 : Dear Fleur




Pagi ini saya dan Bunda mengantarkan Fleur mengikuti 
kejuaraan Taekwondo di Jakarta Timur.
Fleur nampak sangat antusias karena terakhir Ia mengikuti turnamen sudah lebih dari 2 tahun yang lalu.
Tambahan latihan pun Ia ikuti dengan tekun dari sore hingga menjelang malam.
..
Ketika akan naik di "medan pertandingan", saya melihat lawannya dibriefing oleh Pelatihnya (yang nampaknya juga Ayahnya) dengan sangat fokus.
Tiba-tiba saya langsung berfirasat tidak enak "Anak ini kliatannya tangguh" batin saya
Maka benarlah dugaan saya, saat bel dibunyikan, mendadak satu tendangan atas Ap Chagi mengenai bibir Fleur. Ia langsung terjatuh. Menahan tangis. Bibirnya berdarah.
Pertandingan dilanjutkan dan "Buk!" Ap Chagi kedua langsung mendarat di badan Fleur yang terlindungi Body protector.
..
Time out. pertandingan dihentikan sementara. 
Wasit dan Pelatih Fleur mendekati Fleur yang sudah "membik-membik" menahan tangis yang akan meledak.
"Kamu masih kuat? Dihentikan saja ya?" tanya Wasit yang tau pertandingan ini sudah jelas siapa pemenangnya.
"Fleur gimana? Mau lanjut" tanya Pelatihnya dengan tenang.

..
Sembari menghapus air mata yang mulai menetes dengan jemarinya, Fleur kami berbisik "Lanjut aja Sabeum".
Dada saya terasa penuh
Kemudian lanjutlah pertandingan tsb yang sudah jelas hasilnya. Fleur nampak takut melancarkan serangan, Lawannya menekan kuat.
Bel berbunyi, Fleur kalah.
Saat berjalan keluar arena berjalan Ia menangis kencang.
Lawannya berlari memeluk Fleur dan menghiburnya namun Ia sudah tak fokus lagi.
Saya tersenyum.
..
Panikkah saya ketika bibirnya berdarah?Tentu saja, saya khawatir ada bagian lain yang sakit (untungnya sudah dicek oleh paramedis pasca pertandingan dan tidak ada cedera). Pun saya pasti diomeli Bundanya yang marah anaknya berdarah demikian.
Namun pagi itu pula dada saya penuh sekali.
Dengan kebanggaan.
Putri kami tumbuh jadi anak yang pantang menyerah.
Ia tahu ia akan dikalahkan, ia tahu lawannya mungkin lebih jago.
Tapi ia tetep maju, menyelesaikan apa yang ia mulai, sampai selesai. Meski hatinya gentar dan takut.
..
Diluar GOR saya gendong Putri kami yang sudah naik kelas 4 SD itu
"Malu" ujarnya sambil masih menangis.
"Tapi Ayah pengen meluk Kakak" jawab saya.
Ia tetaplah Putri kecil saya, Ia tetap mau saya gendong.
..
"Terima kasih ya Kak sudah jadi kebanggaan Ayah Bunda.
Kakak sudah berusaha tekun dan Kakak tidak menyerah.
Ayah nggak peduli Kakak cuma dapat perak, buat Ayah Bunda, Kakak adalah juara" ujar saya lembut.
Ia terdiam sambil tersedu-sedu. Kepalanya disandarkan dipundak saya. 
Diantara lalu lintas Jakarta Timur yang nampak acuh tidak memperdulikan seorang ayah yang sedang menggendong dan memeluk erat putri kecilnya, saya tersenyum dalam hati

"Dear Fleur, kami sayang sekali padamu.
Kamu keren"

Jakarta Timur, 6 Juli 2026





(Manusia Gawai)

Manusia begitu terbiasa dengan gawai serta segala kemudahan didalamnya
Tiada waktu yg terlewatkan tanpa melepas gawai tsb
Hingga gawai menjadi lebih dekat dan mesra metimbang keluarga dan hubungan sosial
Mata seolah tak lernah lepas berhenti memandang layar selalu penuh warna warnu itu
Seakan gawai menjadi anggota tubuh yg tak terpisahkan 

..
Saya yakin kelak manusia akan dengan suka rela mencangkokkan gawai dan piranti "kepongahan yang mengatasnamakan kemajuan" teknologi lainnya secara nyata ke jasmani indah ini demi sebuah alasan "memudahkan kebutuhan manusia akan konektifitas"











KRL Pagi Itu


Betapa manusia tak tahu apa itu bersyukur

Ketika KRL rusak dan mendadak, mengumpat ia "kapanlah KRL tiba, tak terkejar meetingku ini".
Ketika KRL sudah bisa beroperasi dan padat penumpang, mengumpat ia "penuh sekali KRL ini, berdesak-desakan membuatku sakit".
Ketika KRL mulai kosong dan ia bisa berdiri lega bersandar pada pojokan gerbong, ketusnya ia membatin "payah sekali kakiku, andai ku bisa duduk".

Dan ia mulai mendapatkan bangku yang kosong, ditaruhlah pinggang dan badannya pada bantalan empuk bangku, dengan sedikit pedas "kuharap aku bisa terlelap barang sekejap" lalu terlelaplah ia.
Saat distasiun transit, ia terbangun, mendesah mengeluh dan terucap pada batinnya "masih dua stasiun lagi, kenapa aku tidak wfh saja"


Kemudian KRL rusak dan terhenti lagi

"Siapa yang tidak ridha dengan ketetapan-Ku dan tidak bersabar dengan ujian-Ku, maka hendaklah ia mencari tuhan selain Aku," (HR. Ath-Thabrani dan Ibnu 'Asakir).


Selasa, 04 Agustus 2026

Gratitude Journal of Bapak Dua Anak #17 : Syukur dan Rasa Cukup

Sudah satu minggu ini saya sedikit menambah doa saya selepas selesai sembahyang.

Dari "Tuhan jadikan saya Farah Fleur Finix menjadi orang yang bersyukur" menjadi "Tuhan jadikan saya Farah Fleur Finix menjadi orang yang bersyukur dan Engkau berikan rasa cukup"

Tidak hanya merubah, berusaha men-sungguh-sungguhi doa disetiap ucapan saya.

Seakan -akan Syukur dan Rasa Cukup itu belum ada serta hadir di benak dan hidup saya.


Semalam saat saya menemani Fleur Finix tidur,  saya memandang kepala anak saya yang "tumben-tumbenan" tak mau tidur dengan bundanya, saya tersenyum sambil berbisik lirih "Tuhan, terima kasih sekali..Penuhilah dada hamba dengan Rasa Cukup dan syukur".

..

..

Pagi ini seorang kerabat meninggal dunia, Almarhum meninggalkan seorang Istri dan 2 orang putra-putri yang masih kecil-kecil. Pas sekali seumuran dengan Fleur dan Finix. Saya sering memanggil Almarhum dengan sebutan "Pak".

Saya masih ingat persis, tahun lalu saya dan istri saya sering membicarakan si "Pak". Berkarir sebagai PNS di Pemprov Ibukota, Istri bekerja di perusahaan yang mapan, anak-anak yang lucu dan pintar, agama yang ditekuni dengan khusuk, fisik yang nampak sehat dan bugar, rumah dilingkungan yang baik dan terjaga.

Semua nampak sempurna, semua terlihat akan baik-baik saja bagi si "Pak"

..

Saat berita duka meninggalnya si "Pak" sampai ke telinga saya, seakan-akan Tuhan berkata pada saya "jadi, masihkah kau menginginkan kehidupannya?tak mampu lagi ia memeluk orang yang ia cintai. Apa yang Ku takdir bagimu adalah yang terbaik. Belajarlah bersyukur dan penuhi Rasa Cukup dalam hatimu seperti yang kau minta pada-Ku"

..

Mata saya berkaca-kaca membayangkan bagaimana sang Istri , putra dan putrinya harus melewati ini semua. Putranya yang berusia sembilan tahun beradzan diatas liang lahat Ayahandanya dari video yang dibagikan Istri saya. Malamnya saat kami takziah kerumah duka, Putrinya yang berusia tujuh berlarian kesana kemari tanpa menyadari Ayahnya tak akan lagi mampu memeluknya dimalam yang dingin. Setelah kami mengucapkan belasungkawa kepada Istri Almarhum kami bergegas pulang karena tak mau juga merepotkan beliau yang sedang berduka.


Dalam perjalanan pulang di mobil yang penuh keheningan, tiba-tiba Istri saya berucap "Istrinya si Pak kelihatan kuat ya Yah."

Saya menjawab pelan "Itu sekarang Sayang, masih ada handai taulan yang menemani, masih ada pelayat yang datang. Seminggu lagi mungkin sepi akan menyerang, anak-anak akan mulai rewel dan bertanya"

Membayangkanpun saya tak sanggup.

Semoga Tuhan memberikan kesabaran dan ketabahan bagi mereka.

..

Tuhan memang Maha

Saya meminta sifat Syukur dan Rasa Cukup, Ia memberikan pelajaran.

Salah satu kutipan yang paling saya suka adalah dari film Evan Almighty "ketika engkau meminta keberanian, apakah Tuhan langsung memberikan keberanian?ataukah Tuhan memberi kesempatan untuk menjadi Berani? Ketika engkau meminta pada Tuhan keluarga yang bahagia, apakah Ia langsung menganugerahkan keluarga yang bahagia padamu?atau Ia memberikan padamu kesempatan dan waktu untuk memperbaiki diri dan berusaha menyayangi satu sama lain?"

Guru saya pernah berkata " Tuhan selalu mengabulkan doa hamba-Nya namun Tuhan akan selalu cepat dalam mengabulkan doa hamba-Nya jika itu berkaitan dengan perbaikan diri dan ibadahnya"

Dan itu benar adanya

..

..

Depok, 4 Agustus 2026

Selasa, 24 Juni 2025

Gratitude Journal of Bapak Dua Anak #16 : Lagu baru favoritku itu bernama Sunyi

Semakin tua aku
Semakinku menyukai lagu yang sunyi hening ditengah hiruk pikuk dunia
Diselangi irama celotehan lucu Fleur dan Finix
Diantara alunan mesra obrolanku dan Farah

Selasa, 18 Februari 2025

Gratitude Journal Of Bapak Dua Anak #15 : KRL

Di KRL yang penuh sesak rute Depok-Jakarta Kota pagi ini, saya lihat mas-mas usia 30an seumuran saya. Mengepalkan kedua tangan erat-erat diantara dadanya, menatap langit-langit gerbong dengan ekspresi penuh harap, kemudian berdoa dengan khusuk. Tidak seperti orang berdoa biasanya, tapi ia berbicara pada Tuhan Yang Maha Pengasih seakan Dia berdiri dihadapannya, selayaknya anak yang memohon permen pada ibu.
Diantara desakan berjejal dan bau kringat manusia di gerbong itu, sesaat mata kami bertemu. Saat itu pula kami paham satu sama lain, batin kami bertemu, bahwa kami, saya dan dia, tak punya siapapun yang bisa kami andalkan dan harapkan selain Tuhan.

Bagi Mas nya yang tak saya kenal, yang mungkin sedang berjuang, apapun agama Anda (saya asumsikan dia beragama Kristen atau Katolik melihat caranya berdoa), saya bantu doakan agar Tuhan mengabulkan doa yang Anda panjatkan.

KRL Rute Depok Baru-Tebet, 18 Feb 2025

Sabtu, 04 Januari 2025

Molta

O kawan dengarlah dengar
Tentang tanah bernama Molta
..
Orang kini menyebutnya Lemuria.
Lainnya menyebut Atlantis
Sebagian sana memanggilnya Mu
Konon nama sesungguhnya adalah Molta,
Maruta
Dialek lainnya menyebut Marta..

Tanah kuno luas terpandang
Peradabannya maju nan kaya
Bumi makmur eksotis sebelum meletusnya Gunung Agung Toba, sebelum masa Nabi Nuh menyiapkan bahtera, sebelum zaman Es menderu seru.
..
O tanah Molta beraneka warna
Beragam bentuk muka buminya
..
Ada yang subur nan kaya bagai Jawadwipa, padi terpanen berulang kali dalam satu masa
Adapula padang rumput melambai layaknya Sumba, tempat berpacu liar ribuan kuda tanpa tuan
Gunung gunungnya agung berkuasa menyundul langit bagai bidak berjajar raya
Padang pasirnya kejam terhampar berpuluh lebih kering tinimbang Gredosia
Hutannya lebat, pohon bertumpuk-tumpuk menjulang seakan menantang 
Sungai meliuk bagaikan ular membelit mangsa
Rawanya lembab suram dan hitam, tempat jutaan satwa seram tak bernama

O Sang Molta tanah terjanjikan
Namun kawan, malang nian nasib Molta
Naaslah baginya
Terkubur dan hancur
Terguncang dan terpanggang
Penduduknya terburai
Piramida serta menaranya remuk terpendam
Tanahmu O Molta tercerai
Terpisah antar selat dan pantai
terendam terkubur dalam-dalam didalamnya samudra
Luluh dan lantak berbaur lumpur kekuasaan Hyang Baruna

O Molta
Kisahmu hilang setelah berlaksa berjuta purnama
tak satupun kisah tersisa
Tak satu kitab dan tarikh mencatat kisah Sang Molta.
Tak satupun lembar lontar dan prasati terpahat
Tak seorangpun cerdik pandai berkisah
..
Hanya terdengar dari bisik
..
Bisik dalam nyiur yang melambai di antara pulau-pulau kelapa dan pandan
Terendap di batin semua penghuni tanah ini sekarang.
Kadiri, Syangka, Tumasik, Ayodyapura,
Lingga, Tabalun, Pajang, Pego, Sasak, Bali hingga Gurun.
Walau kawan kuyakin
Dasar hati kami dan kamu tahu
Bahwa Molta pernah berjaya di tanah tempat kita bertandang.
..
Marilah kawan mari
Jikalau kau berkenan meriwayati dan sudi
Kan kudendangkan syair berima
Tentang agungnya Tanah Molta..






Optimis Masuk Surga

Jadi ini maksudnya kenapa banyak ustad/kyai/guru optimis kalau orang Indonesia gampang masuk surga Di Mahsyar dan Timbangan kelak bakal bany...