Kamis, 08 April 2021
Kata Bersayap #1
Jumat, 26 Maret 2021
Sebuah Resensi Picisan : Korupsi
Identitas Buku
Judul Buku : Korupsi
Penulis Buku : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit Buku : Hasta Mitra
Cetakan : Tahun 2002
Tebal : 154 Halaman
Pram adalah master dalam mendeskripsikan latar belakang dan waktu dalam novelnya. Setiap kata, kalimat, frasa dalam buku ini berhasil membuat saya bisa mengimajinasikan tempat dimana tokoh-tokoh berdialog, tempat kejadian, suasana serta ambience-nya yang bercorak Indonesia tahun 1950an
Kekurangan :
Kutipan favorit :
"Keperwiraan!Keperwiraan!Keperwiraan menghadapi segala-galanya. Cukup keperwiraan yang bisa menolong Indonesia,pak"
Selasa, 23 Maret 2021
Sebuah Resensi Picisan : Komunitas Arab di Surabaya 1900 - 1942
Identitas Buku
Judul Buku : Komunitas Arab di Kota Surabaya 1900-1942
Penulis Buku : Drs. Artono, M.Hum
Penerbit Buku : Publisher Kendi
Cetakan : Tahun 2021
Tebal : 139 Halaman
"Suku Arab di Indonesia adalah minoritas yang mayoritas", mungkin itu adalah salah satu kalimat yang bisa saya simpulkan setelah membaca buku ini. Sebagai salah satu komunitas yang cukup dominan dalam sejarah bangsa Indonesia, saya memang cukup jarang melihat buku yang mengulas mengenai komunitas Arab di Indonesia baik di rak-rak toko buku maupun di media sosial penerbit-penerbit. Saya secara pribadi memiliki ketertarikan mengenai hal ini, terlebih saat ini saya tinggal di perkampungan Arab di Surabaya persis sesuai dengan lokasi yang dibahas dibuku inj. Dengan adanya buku ini membuat saya memiliki sedikit pemahaman secara historis tentang siapa dan bagaimana komunitas Arab lahir dan tumbuh berkembang di Indonesia. Secara khusus buku ini juga merujuk pada salah satu buku karangan Huub de Jonge yang membuat saya semakin ingin mendalami mengenai komunitas Arab khususnya yang mengaku memiliki genealogi dengan Nabi Muhammad SAW.
Uraiannya sangat padat dan jelas. Tidak ada kata-kata njlimet dan berulang sehingga pembaca tinggal menelan saja apa yang disampaikan penulis. Catatan kaki dibawah terutama sangat membantu untuk mencari rujukan buku selanjutnya.
Kekurangan :
Kutipan favorit :
"Indonesia, simbol persatuanku
Selasa, 12 Januari 2021
Sebuah Resensi Picisan : Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
Identitas Buku
Judul Buku : Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (Edisi Revisi)
Penulis Buku : Cindy Adams
Penerbit Buku : Yayasan Bung Karno - Media Pressindo
Cetakan : Tahun 2018
Tebal : 432 Halaman
Ringkasan
"Bung Karno adalah Indonesia", mungkin itu adalah salah satu jargon yang bisa menggambarkan beliau semasa hidup. Begitu identiknya beliau dengan negeri ini sampai apapun yang beliau putuskan semasa beliau menjabat tetap dikaji dan dibahas oleh manusia Indonesia saat ini.
Bagi pembaca awam yang ingin memahami pemikiran Bung Karno tentunya akan sangat menyukai karya ini, saya teringat betapa merindingnya saya saat beliau mengisahkan pertemuannya dengan seorang petani bernama Marhaen yang menginspirasi beliau untuk menggali ideologi Marhaenisme. Kata-kata beliau yang menggebu-gebu disampaikan ke Cindy Adams dan dituliskan hingga sampai ke kita semua. Antara romantis, pedas, lugas seakan-akan beliau sendiri yang menuturkan ke kita, menyampaikan itu. Membuat kita akan jatuh hati kepada Sang Proklamator itu, kepada pemikiran beliau, kepada cinta beliau pada Indonesia.
Kekurangan :
Kutipan favorit :
"Apabila aku telah mencapai sesuatu selama diatas dunia, ini adalah karena rakyatku. Tanpa rakyat aku tidak berarti apa-apa. Kalau aku mati, kuburkanlah Bapakmu menurut agama Islam dan diatas batu kecil yang biasa engkau tulislah kata-kata sederhana : Di sini beristirahat Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia" - Bung Karno
Minggu, 10 Januari 2021
Sebuah Resensi Picisan : Ayat-Ayat Cinta
Identitas Buku
Judul Buku : Ayat-Ayat Cinta
Penulis Buku : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit Buku : Republika
Cetakan : Tahun 2008
Tebal : 410 Halaman
Ringkasan
Fahri bin Muhammad Siddiq adalah mahasiswa Pasca Sarjana di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ia adalah seseorang yang khusuk, visi dan cita-cita yang jelas, didulung dengan kerja keras yang ia lakukan sejak pertama kali ia menginjak tanah Mesir. Suatu ketika ia menolong seseorang gadis Mesir bernama Noura dengan bantuan tetangganya bernama Maria. Maria adalah seorang gadis Kristen Koptik yang diam-diam menyukai Fahri. Sebagai Muslim yang taat, Fahri sangat menjaga bagaimana ia berinteraksi dengan lawan jenis, namun justru itulah yang membuat Maria menyukai Fahri.
Kelebihan :
Novel yang mudah dipahami dengan laur yang mudah dicerna pula. Meskipun memiliki latar belakang agama, namun dijabarkan secara gamblang dan tak membosankan. Penulis juga dibekali ilmu agama yang mumpuni sehingga mampu menjelaskan banyak masalah yang menjadi mungkin menjadi pertanyaan pembaca diluar Islam dengan sangat jelas dan masuk akal. Kelebihan lainnya adalah latar belakang kota Kairo yang dijelaskan dengan sangat detail sehingga menambah "kelezatan" saat menikmati buku ini
Kekurangan :
Meskipun sangat subjektif, saya merasa buku ini akan lebih apik kalau disajikan dalam font yang lebih besar.
Kutipan favorit :
"Bantulah aku berwudhu. Aku masih mencium bau surga. Wanginya merasuk kedalam sukma. Aku ingin masuk kedalamnya. Disana aku berjanji akan mempersiapkan segalanya dan menunggumu untuk bercinta. Memadu kasih dalam cahaya kesucian dan kerelaan Tuhan selama-lamanya. Suamiku, bantu aku berwudhu sekarang juga." - Maria Girgis
Sebuah Resensi Picisan : Malcom X Untuk Pemula
Identitas Buku
Judul Buku : Malcolm X Untuk Pemula
Penulis Buku : Bernard Aquina Doctor
Penerbit Buku : Resist
Cetakan : Tahun 2006
Tebal : 185 Halaman
Ringkasan
Malcolm X, terlahir sebagai Malcolm Little adalah satu dari dua tokoh besar kesetaraan warga kulit hitam Amerika. Dia dan Martin Luther King dianggap sebagai motor utama penggerak hak warga kulit hitam didekade 1950-1960 terlebih setelah undang-undang Jim Crow dan paket kebijakan rasialis lain diberlakukan di Amerika Serikat.
Kelebihan :
Buku yang cukup "dilahap" dalam satu dudukan. Didukung ilustrasi-ilustrasi bergaya Pop sehingga sangat menarik untuk dibaca. Banyak informasi tambahan yang berkaitan mengenai latar belakang pemikiran atau kehidupan tokoh utama sehingga menambah khasanah kita mengenai sudut pandang pemikiran tokoh utama.
Kekurangan :
Dikarenakan isi buku ini berwarna hitam pitih sehingga terkesan sangat sederhana. Kemudian bagi saya pribadi, fase hidup tokoh utama saat konfrontasi dengan Martin Luther King juga sangat terbatas dalam pembahasan.
Kutipan favorit :
"Dipersenjatai dengan pengetahuan masa lalu kita, kita dapat merancang masa depan kita. Hanya dengan mengetahui dimana kita sebelumnya, kita dapat mengetahui dimana kita sekarang, dan mengetahui dimana kita akan pergi" - Malcolm X
Senin, 14 Desember 2020
Sebuah Resensi Picisan : Dinas Intelijen Stalin; Sejarah Kekejaman CHEKA, OGPU, NKVD, SMERSH, dan KGB: 1917-1991
Identitas Buku
· Judul Buku: Dinas Intelijen Stalin; Sejarah Kekejaman CHEKA, OGPU, NKVD, SMERSH, dan KGB: 1917-1991
· Penulis Buku: Rupert Butler
· Penerbit Buku: Elex Media Komputindo
· Cetakan: Tahun 2017
· Tebal: 197 Halaman
Ringkasan
Menilik sejarah Dinas Intelijen dan Polisi Rahasia Uni Soviet dibawah Stalin yang penuh dengan kekejaman ternyata tidak serta-merta dan sekonyong-konyong muncul dari sisi paranoid dan maniak Joseph Stalin sendiri. Disajikan dalam buku ini bahwa sisi kekejaman Dinas Intelijen dan Polisi Rahasia Uni Soviet adalah warisan turun temurun sejak jaman kekuasan Tsar yang dilanjutkan Vladimir Lenin dan kemudian menjadi begitu masif dibawah kepemimpinan-kediktatoran Stalin. Ironisnya hal ini kemudian menular ke pemimpin pasca-Stalin seperti Kruschev-Breshnev serta negara-negara penganut Komunis yang lain. Diktator Proletarian yang memimpin masyarakat tanpa kelas yang dicita-citakan Marx dan pencetus awal Sosialisme berubah menjadi tak lebih dari sekedar Diktator penuh ego dan nafsu untuk menjaga kekuasaan itu sendiri.
800 ribu diperkirakan tewas pada era Stalin dibawah eksekusi NKVD dan SMESRH. 1,7 orang tewas di Gulag yang dikirim oleh dinas intelijen sedangkan 5,5 hingga 7 juta orang tewas karena kelaparan disebabkan program Kolkhoz atau Pertanian Kolektif ala Stalin. Semuanya berkat campur tangan Dinas Intelijen dan Polisi Rahasia Uni Soviet. Hingga saat kata “Holodomor” masih tercatat dalam buku sejarah dan membekas dalam benak rakyat Ukraina. Hal ini tidak berkurang kekejamannya saat berkecamuknya perang dingin, upaya bunuh-membunuh antar intelijen dan saksi intelijen begitu menghebohkan dunia hingga menimbulkan booming bertemakan intelijen di era tahun 60an.
Buku ini menurut pendapat saya tidak berusaha mengekspoitasi keburukan suatu Negara atau institusi. Buku ini hanya menampilkan fakta dengan penelitian mendalam yang menurut saya berguna bagi kita, khususnya pembaca yang tidak pernah mengalami secara langsung apa yang terjadi di Dunia saat Uni Soviet masih berdiri, agar tidak meromantisasi hal-hal yang berbau Sosialisme dan Komunisme. Karena sama seperti Kapitalisme sendir (meskipun saat ini sistemnya masih tegak berdiri), Komunisme dan Sosialisme memiliki sisi kelam yang tidak patut untuk dielu-elukan serta diagung-agungkan.
“One death is a tragedy; one million is a statistic” Joseph Dugashvili Stalin
Kelebihan :
Tata bahasanya teratur dilengkapi dengan dokumentasi serta foto yang apik.
Kekurangan ;
Bagi pembaca awam akan membingungkan untuk memahami beberapa istilah mengenai Uni Soviet meskipun di halaman belakang terdapat daftar istilah. Akan lebih baik juga jika dibeberapa bagian dicantumkan peta agar tidak menimbulkan kebingungan terkait letak geografis
Selasa, 01 Desember 2020
Sebuah Resensi Picisan : Origin
Identitas Buku
Judul Buku : Origin
Penulis Buku : Dan Brown
Penerbit Buku : Bentang
Cetakan : Tahun 2017
Tebal : 513 Halaman
Ringkasan
Selaku mantan dosen dan seorang rekan dekat, Robert Langdon diundang secara mendadak oleh Edmond Kirsch, seorang futuris-miliarder teknologi-filantropis dalam suatu gala di Barcelona, Spanyol. Dalam acara yang dipandu oleh Ambra Vidal, seprang model sekaligus calon Ratu Spanyol tsb ternyata Edmond Kirsch hendak memaparkan suatu temuan ilmiah yang menurut pendapat Edmond akan meruntuhkan sistem kepercayaan dan agama di dunia. Namun disaat tengah-tengah presentasinya, secara mengenaskan Edmond Kirsch dibunuh oleh mantan perwira angkatan laut Spanyol bernama Laksamana Avilla atas perintah sosok misterius bernama Sang
Regent.
Robert Langdon dan Ambra Vidal akhirnya harus mengungkapkan temuan ilmiah Edmond Kirsch ditengah rumitnya kasus pembunuhan Esmond Kirsch yang melibatkan Guardia Real, polisi dan Laksamana Avilla yang kini memburu Langdon dan Vidal. Robert Langdon dan Ambra Vidal dibantu kecerdasan buatan ciptaan Edmond Kirsch bernama Winston berusaha menemukan file data temuan Kirsch yang disimpan di gawai Kirsch yang dikunci sandi 47 karakter huruf. Untuk menemukan kunci sandi ini, Langdon dan Vidal harus menelusuri karya seni arsitek Gaudi, syair-syair Churchill dan seniman lain agar bisa mengungkapkan temuan ilmiah yang konon bisa menjelaskan "darimana manusia berasal dan kemana manusia setelah mati"
Kelebihan :
Deskripsi tata ruang yang dijelaskan apik. Latar belakang cerita mengenai sejarah, agama dan seninya sungguh dapat menambah khasanah kebudayaan seseorang.
Kekurangan :
Bagi pembaca lawas Dan Brown akan sanggup menebak arah plotnya. Plot, latar belakang cerita, klimaks, twist-nya hampir semua hanya merupakan metode salin-kutip dari 4 karya sebelumnya yang ditokoh utamai Robert Langdon yaitu The Da Vinci Code, Angel and Demon, The Lost Symbol dan Inferno. Yang membuat berbeda hanyalah inti kasus yang diungkap serta karya seniman-seniman yang mewarnai cerita buku ini.
Kutipan favorit :
"Kesuksesan adalah kemampuan untuk menjalani satu kegagalan ke kegagalan yang lain tanpa kehilangan perasaan antusias" - Winston Churchill
Rabu, 18 November 2020
Umma, dingin
Sabtu, 07 November 2020
Molta : Sebuah Dunia Imajiner Saya (Bagian 1)
Sebagai anak yang tumbuh besar dengan buku-buku cerita, saya sangat menyukai kisah-kisah mitologi khususnya mitologi Yunani. Buku-buku lapuk buatan pemerintah yang tak dipakai lagi diperpustakaan Dinas P dan K sering sekali dibawa almarhum Ibu saya. Buku tentang Heracles, Zeus, Hydra sungguh memukau saya. Cinta saya tentang mitologi semakin menggebu ketika mulai mengenal mitologi Nordik. Sejak saat itu semua gim, komik, buku cerita, laman yang berlatar belakang mitologi selalu saya konsumsi dengan antusias.
Kemudian tahun 2008 saya membaca buku "The Magical World of The Lord of The Rings" karya David Colbert, buku ini mengulas tentang bagaimana JRR Tolkien mengolah Lord of The Rings menjadi sebuah semesta fiktif, mitologi buatannya sendiri dengan segala pernak pernik bahasa dan makhluknya. Meskipun sampai detik ini saya belum pernah menyelesaikan 5 rangkaian Mahakarya Tolkien terkecuali The Hobbit (tentu saja untuk seri layar lebarnya saya sudah Khatam), namun saya sungguh sangat terpukau dengan semesta Middle Earth hingga tercetus di kepala saya "kenapa saya tidak mengkreasi semesta dan mitologi saya sendiri?". Ide itu begitu mengusik saya hingga iseng-iseng saya sering mencorat-coret dikertas kosong sambil mereka-reka dikepala saya tentang sebuah Dunia bernama Molta.
Molta terinspirasi dari beberapa sumber. Gim Brigandine, Mitologi Nordik, Mitologi Sumeria, Magical Weapon karangan Tony Wong dan tentu saja, Middle Earth-nya Tolkien.
Sebagai orang Indonesia yang sangat menggemari wayang dan (dulu)sering menonton wayang, sebetulnya saya sangat ingin memasukkan unsur-unsur lokal dalam Molta, namun juga selayaknya orang Indonesia yang sering merasa kerdil dengan budayanya sendiri, gagasan itu saya kesampingkan(hehehe). Pendapat saya saat itu lebih keren memasukkan unsur Mesopotamia seperti Ziggurat atau naga emas bernama Fafnir daripada memasukkan manusia yang bisa terbang seperti Gatotkaca.
Sampai saat ini gagasan tentang Molta masih berputar dikepala saya. Saya hanya bingung akan menuangkan dalam media apa. Cerita bersambung?saya tak pandai merangkai kata dan menulis bak pengarang.
Cerita bergambar?tangan saya mulai kaku untuk menggerakkan pensil dikertas putih.
Gurindam/puisi/sajak?ah saya tak se-edgy itu.
Sabtu, 17 Oktober 2020
Quote Ceria Aulia #2
Menyusuri Setapak Berdua
Siang ini sungguh muak aku pada makhluk Biarlah sehari ini aku memandang Dunia sebagai ciptaan-Mu yang penuh, melihatnya tembus pada Kuasa-M...
-
Siang ini sungguh muak aku pada makhluk Biarlah sehari ini aku memandang Dunia sebagai ciptaan-Mu yang penuh, melihatnya tembus pada Kuasa-M...
-
Betapa manusia tak tahu apa itu bersyukur Ketika KRL rusak dan mendadak, mengumpat ia "kapanlah KRL tiba, tak terkejar meetingku ini...
