Senin, 14 Juni 2021

Sebuah Rencana Koleksi

Tsundoku (Jepang : 積ん読) adalah istilah dalam bahasa jepang untuk kondisi dimana mengumpulkan banyak buku namun hanya dibiarkan menumpuk saja dan/atau juga berarti tumpukan buku yang siap dibaca di rak (sumber : wikipedia)


40% dari buku-buku saya (yang masih jauh untuk dibilang banyak) masih belum terbaca namun hal itu tidak menutup saya untuk mengkoleksi (sebagian kecil) karya-karya besar megah yang ada di Dunia.


Berikut adalah secuil dari apa yang ingin saya kumpulkan pelan-pelan 

1. LOTR (5 buku termasuk Silmarillion,The Adventure of Tom Bombadil)

6. The Fall of Khilafah

7. Batik Sudagaran Surakarta

8. Biografi Gusdur

9. Manusia Digital

10. Masih Belajar (Iman Usman)

11. Harry Potter (7 Buku)

19. Narnia (7 Buku)

26. Mitologi Nordik

27. Karya Quraish Shihab (estimasi 20 Buku)

47. Winnetou ( 3 Buku)

50.  Karya Shakespeare (estimasi 20 Buku)

70. I La Galigo

71. Seri Muhammad Pengeja Hujan (3 Buku)

74. Seri Supernova (6 Buku)

79. 90 Menit Bersama (7 Buku)

86. Karya Pram (20 Buku)

106. Musashi (7 Buku)

103. Samkok (5 Buku)

107. Karya Jules Verne ( 25 Buku)

132. Karya Stephen King (25 Buku)

157. Jurasic Park

158. Buddha Osamu Tezuka (8 Buku)

165. Pengen Jadi Baik (7 Buku)

177. Watchmen (7 Buku)


184. Mahabharata Teguh Santoso (20 Buku)

204. Mitologi Yunani Menelaus (16 Buku)

220. Satya Nadella Hit Refresh  

221. Larry Page Biografi

222. Biografi Jack Ma

223. Marx : Das Kapital

224. Bakunin : Tuhan dan Negara

225. Aliarcham

226. Haji Miscbah Propagandis

227. Don Quijote dari la mancha

228  Dunia tanpa manusia-alan weisman

Selain itu saya juga masih ingin melengkapi beberapa "mainan" bagi tempat pribadi saya sendiri:

1. Wayang Ramabargawa

2. Wayang Rara Kausalya

3. Wayang Gunung Maenaka

4. Wayang Liman Setubanda

5. Wayang Kapi Anoman

6. Wayang Raden Wrekudara

7. Wayang Ditya Jajagwreksa

8. Wayang Naga Kuwera

9. Wayang Garuda Mahambhira

10. Wayang Macan Palguna

11. Wayang Batara Bayu

12. Wayang Dewa Ruci

13. Wayang Jagal Abilawa

14. Wayang Maesasura

15. Wayang Jatasura

16. Wayang Lembusura

17. Sketsa Vitruvianman

18. Ancient Map World

19. Da vinci Sketsa

20. 7 Heavenly Warrior Digimon

28. 4 Holy beast Digimon

32. 8 Heavenly Bird Pokemon

40. Sith Lord Acient Figure

Jumat, 11 Juni 2021

Sebuah Curhat Ringan

Pukul 03.13 WIB

Dia : piye kondisine?

Saya : mpun, kula ndherek mawon Gusti
Dia : lah, kan bola bali ngono wae. Tak wenehi, mbok lakoni. Jaremu ikhlas tapi asline kowe ra rila,anyel, nggresula.
Saya : lha nggih ta, namine janma manungsa, Gusti.
Dia : halah ndadak ngeles barang
Saya : lha kan Njenengan ingkang ndamel,hehehe
Dia : lha kowe kuwi lho, numpak montor mabur wae ra kawatir gur gegara makhlukku sing jenenge Pilot, lha uripmu ki kan sing handle Aku ta..ko ya jik kawatir.....
Saya : nggih Gusti, nyuwun pangapura...mpun saestu kula ndherek Gusti, sae elekipun kula manut, sumangga Gusti...

Sabtu, 15 Mei 2021

Sebuah Resensi Picisan : Sumbadra Larung

Identitas Buku 

Judul Buku : Sumbadra Larung

Penulis Buku : Sunardi DM

Penerbit Buku : Balai Pustaka

Cetakan : Tahun 1987

Tebal : 137 Halaman

Ringkasan 
Dalam pandangan saya, menceritakan ulang suatu lakon pewayangan dalam bahasa Indonesia adalah suatu hal yang tidak mudah. Pengalihbahasaan dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia dimana banyak frasa dan idiom Jawa yang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia, penjelasan mengenai latar belakang dimana lakon tsb terjadi, 2 hal tsb adalah beberapa hal yang menurut saya membuat penceritaan ulang suatu lakon tidak mudah. Namun Sunardi DM berhasil menceritakan ulang lakon Sumbadra Larung dalam bahasa Indonesia secara sukses. 
Menceritakan mengenai Raden Arya Burisrawa yang sedang menggelandang membuang diri pasca dirinya gagal menikahi Dewi Wara Sumbadra yang terlanjur dipinang Raden Arjuna, ia nekat luntang luntung berjalan tanpa arah tujuan hingga tak sadar mencapai Hutan Sentra Gandamayit, istana dan kahyangan Batari Durga sang penguasa alam gaib. Sadar telah mencapai tempat yang "wingit" dimana tak ada makhluk hidup yang berani tinggal disitu, Raden Arya Burisrawa nekat bertapa dengan tujuan agar dirinya mati dibunuh jutaan makhluk astral yang tinggal di hutan tsb. Namun apa daya, darah birunya menunjukkan bahwa trah satria linuwih membuat dedemit dan setan tak berani menyentuhnya hingga ia didatangi sang penguasa hutan tsb, Sanghyang Batari Durga.
Mengetahui alasan dari Sang Raden, Batari Durga terkesan dan terharu sehingga memberikan aji-aji yang bisa membuat Raden Arya Burisrawa mencapai tujuannya yaitu menculik dan membawa lari Dewi Wara Sumbadra.
Raden Burisrawa mengandalkan aji-aji tadi kemudian pergi ke Kasatriyan Madukara, tempat berkuasanya Raden Arjuna sekaligus tempat tinggal Dewi Wara Sumbadra. Saat itu Raden Arjuna sedang berburu satwa hutan sehingga Raden Burisrawa menganggap hal itu mempermudah usahanya. Namun apa dikata ternyata usahanya menculik justru berbalik menyebabkan Dewi Sumbadra terbunuh olehnya. Mengetahui pujaan hatinya terbunuh, Raden Arya Burisrawa melarikan diri. Kematian Dewi Wara Sumbadra mengakibatkan kekacauan besar tak hanya di Kasatriyan Madukara tapi juga di Istana Kerajaan Indraprasta. Sang Raja, Prabu Punntadewa dan adik-adiknya para Pandawa mengalami kesedihan mendalam. Terlebih Raden Arjuna yang bahkan hingga terganggu secara kejiwaan karena kehilangan istrinya.
Ditempat lain Raden Antasena di kahyangan Saptapratala sedang berusaha mencari siapa ayahnya yang tak lain tak bukan adalah Pandawa nomor dua, Raden Werkudara. Dalam usahanya nanti mencari sang Ayahanda, Raden Antareja akan menjadi kunci dalam menyelesaikan kematian Bibinya yang tak lain adalah Dewi Wara Sumbadra dan menangkap pelaku asli pembunuhan ini.
Buku ini sudah lama menjadi favorit saya, ini pula yang menjadikan alasan saya berburu buku ini sejak sekian lama. Membaca buku ini pula membuat saya bernafsu untuk mengoleksi secara lengkap karya pewayangan Sunardi DM, total dari tujuh karya beliau saya baru memiliki dua buah. Kenapa saya begitu ingin mengoleksi karya beliau? Karena saya begitu mengagumi keluwesan beliau dalam mentransformasikan pola urut-urutan tata cerita lakon pewayangan yang biasanya dimulai dari Jejer hingga Tancep Kayon menjadi suatu cerita utuh yang enak dibaca dalam bentuk buku berbahasa Indonesia. Kemampuan beliau mengolah banyak idiom-ungkapan dalam bahasa Jawa untuk dimasukkan dalam ceritapun saya anggap juga luar biasa. 
Jujur karena ini pula saya sungguh berniat untuk mengunjungi penulis ini, yang saat ini entah masih "sugeng" atau sudah tiada

Kelebihan : 

Dikarenakan saya adalah pengagum wayang kulit, saya sangat menikmati sekali membaca buku ini. Selain bahasanya sangat mudah dicerna, buku ini juga memuat banyak frasa, idiom serta peribahasa jawa yang biasanya tidak dicantumkan dalam buku lain, namun hebatnya juga dijelaskan mengenai frasa-idiom-peribahasa tadi sehingga para pembaca yang tidak berbahasa jawa bisa memahami namun penjelasannya begitu luwes dan menyatu dengan paragraf-paragraf lain sehingga tidak terkesan janggal dan canggung.


Kekurangan : 
Saya hampir tidak ingin menambahkan sesuatu dibuku ini, namun kalaupun ada mungkin ilustrasi yang ditampilkan dibuku ini bukan hanya tokoh wayangnya namun tokoh wayang berserta ilustrasi adegan mengenain apa yang diceritakan dengan gaya ilustrasi wayang juga.

Kutipan favorit :
 Raden Wrekodara tertegun. Ia duduk terlongong-longong. Ia melambaikan tangannya memanggil Antareja. Antareja segera datang. Ia melakukan sembah sungkem.
Wrekodara memeluk leher putranya sambil menimang "Nyata benar engkau Anakku pribadi. Gagah perkasa melebihi ayahmu."

Sabtu, 08 Mei 2021

Kata Bersayap #2

Bagi beberapa orang, senyum orang papa jauh lebih menyejukkan daripada air dingin dihari yang panas

Jumat, 07 Mei 2021

Amfitrite dan Rodos


Amfitrite dan Rodos-ku
Berpelukan diantara ombak Samudra Raya
.
.
(Terinspirasi dari Elysium/Now We Are Free -  Hans Zimmer/Lisa Gerrard )

Minggu, 02 Mei 2021

Sebuah Resensi Picisan : Pelajaran Dari Tiongkok

Identitas Buku 

Judul Buku : Pelajaran Dari Tiongkok : Catatan Dahlan Iskan

Penulis Buku : Dahlan Iskan

Penerbit Buku : JP Books

Cetakan : Tahun 2008

Tebal : 268 Halaman

Ringkasan 
Dahlan Iskan mungkin satu diantara tokoh Indonesia yang nampak sekali menunjukkan kekaguman pada Republik Rakyat China, khususnya pada lompatan-lompatan yang berhasil dilakukannya tak hanya sebagai negara namun juga sebagai bangsa. Tak aneh sebetulnya mengapa beliau begitu seperti itu, saya menangkap beliau begitu ingin kita, sebagai bangsa Indonesia meniru apa yang dilakukan Cina sebagai negara dan bangsa.  Sama-sama berpopulasi besar, sama-sama bangsa yang tua namun negara yang masih berumur muda, sama-sama mengalami kepahitan diawal-awal kemerdekaan ds. Dari kesamaan-kesamaan tsb,mungkin beliau melihat banyak kesamaan antara kita dan bangsa Cina sehingga apa yang dilakukan mereka untuk berkemajuan, bisa kita tiru secara persis sehingga kita pun bisa tampil di pentas dunia secara gagah. 
Sejak tahun 2004 beliau begitu sering menulis secara lepas di koran JawaPos milik beliau yang kemudian dikumpulkan menjadi satu kesatuan berupa buku ini. Sejatinya buku ini berisi kesan beliau, komentar beliau serta pendapat beliau (beliau mengesankan sebagai seorang yang tua, capai melihat kondisi saat ini di Indonesia, jengah melihat pengampu kepentingan yang tidak peduli pada bangsa ini, dan berharap menulis ini bagi dan untuk anakmuda agar bisa menginspirasi mereka) mengenai kemajuan baik dibidang infrastruktur, ekonomi, bisnis bahkan sosial kemasyarakatan di Cina. Kala itu beliau sering sekali melawat ke negeri Tirai Bambu disamping urusan beliau sebagai pemimpin sebuah kerajaan media, juga dikarenakan beliau ditunjuk sebagai pimpinan sebuah BUMD milik provinsi Jawa Timur yang sedang melakukan ekpansi bisnis sehingga memerlukan kunjungan kesana. 
Mengguritanya sistem jalan tol, perkembangan pesat sistem kereta api, meledaknya pertumbuhan ekonomi, menggeliat pusat-pusat industri di desa-desa, keterbukaan terhadap investasi, tingginya semangat untuk maju di kalangan muda adalah beberapa topik utama yang dikemukakan di buku ini yang seyogyanya bisa kita tiru sebagai bangsa Indonesia.

Kelebihan : 

Tulisan yang lugas dan disampaikan secara non-formal membuat pembaca tidak terkesan digurui, namun malah pembaca merasa seakan didongengkan mengenai sebuah negeri yang tengah-tengah berahi untuk menggapai kemakmuran. Deskripsi yang tidak njlimet dan khas wartawan (yang juga businessman) membuat lembar per lembar tak bosan dibaca, apalagi bagi bila pembaca adalah anak muda yang menginginkan sebuah perubahan masif di negeri ini.

Kekurangan : 
Akan lebih manis dan menarik jika ditampilkan juga lebih banyak dokumentasi-dokumentasi untuk setiap tulisan sehingga membantu pembaca untuk lebih memiliki bayangan tentang apa yang diceriterakan

Kutipan favorit :
 "Padahal disaat kita akan kalah dari Tiongkok di sektor industri,kita aknlan bisa mengandalkan turisme. Salah satu masa depan kita adalah turisme. Tapi, siapa yang peduli?"

Jumat, 30 April 2021

Gladiator


Diperusahaan saya bekerja sebelumnya, karyawan dijuluki sebagai Warrior
Diperusahaan saya bekerja sekarang, kami ditinggikan dengan sebutan Racer.
Namun bagi saya sendiri, saya lebih suka dengan julukan Gladiator.
Warrior dan Racer bertarung karena didasarkan berbagai alasan. Bisa harta, nama besar, perempuan, kemahsyuran, jabatan atau alasan lain. Sedangkan Gladiator? Darah, keringat,lukanya diunjukkan ke hadirat altar pertempuran hanya untuk satu cita-cita murni, Kebebasan.
Kebebasan untuk kembali pada kehidupannya
Kebebasan untuk kembali pada keluarganya
Kebebasan, bahkan Kebebasan untuk keluar dari pedihnya kehidupan dan bersatu bersama Roh Agung Pencipta Semesta.
..
Sejak saya berusia 19 tahun, sejak almarhum Ibu saya meninggal, saya sudah mengatakan pada diri saya "Kepedihan ini adalah kepedihan terbesar yang akan saya hadapi. Ketika ada kepedihan lain yang menghadang, tidak mungkin dan tidak akan mungkin sebesar meninggalnya Ibu saya".
12 tahun sejak saat itu entah berapa ribu penolakan yang saya terima, entah berapa ratus harapan yang pupus, berapa puluh cita-cita yang terkubur. Hanya ada beberapa saja dari impian yang terwujud, namun saya yakin punggung saya yang terdera ribuan penolakan,pupusnya harapan,cita yang gugur sudah lebih kebal dan kebas saat ini. Penuh luka dan parut.
Tiap detik dalam hidup ini, setiap tantangan,kenikmatan,pekerjaan,usaha, bagi saya adalah pertempuran
..
Saya adalah Gladiator dalam Koloseum bernama dunia ini. Segala ketidaktercapaian dan capaian saya adalah bukan apa-apa melainkan jalan menuju pembebasan saya. Jalan dimana disaat saya sudah tak kuat menapak lagi, dimana saya akan bertemu Ibu saya dan Roh Agung Pencipta Dunia, dimana saya akan melihat beliau berkata "jadi?bagaimana selama ini perjuanganmu?"

Senin, 12 April 2021

Sebuah Resensi Picisan : Semua Tampak Mustahil Sampai Berhasil Diselesaikan

Identitas Buku 

Judul Buku : Semua Tampak Mustahil Sampai Berhasil Diselesaikan

Penulis Buku : Kathryn dan Ross Petras

Penerbit Buku : Elex Media Komputindo

Cetakan : Tahun 2016

Tebal : 277 Halaman

Ringkasan 

Ucapan seorang bijak adalah penyembuh luka, adalah bahan bakar hidup, adalah alarm kehidupan. Bagi saya pribadi, buku ini mungkin salah satu yang membosankan namun disisi lain yang sedang saya butuhkan. Fase hidup saya saat ini berada di posisi yang begitu memerlukan tambahan energi dan inspirasi dari orang-orang yang sudah melewati ombak dan badai, karang dan kapal karam, buaian duyung dan terjangan kraken, yang sudah mencapai Pulau Harapan dan impian yang menjadi keabadian. Kata bijak dari orang-orang itu lah yang membuat pejuang kehidupan tetap teguh mengayuh.  Buku ini mencakup kata-kata bijak dari filsuf, olahragawan, ilmuwan, penulis, presiden, perdana menteri , agamawan, dan orang besar lain yang satu atau lebih mungkin berkorelasi dengan apa yang sedang kita hadapi sekarang atau nanti.

Kelebihan : 

Buku yang dengan pemilihan font dan tata tulisan yang menarik, membuat kita sebagai pembaca tidak akan merasa bosan mebaca lebih dari 250 halaman dalam sekali duduk. Dilengkapi nama tokoh serta profesinya, membuat kita akan merasa lebih tertarik untuk bacaan lebih lanjut terhadap tokoh tsb. Diatas kutipan disertakan pula tema besar dari kutipan tsb sehingga lebih terklasifikasi.

Kekurangan : 

Banyak kutipan-kutipan dari tokoh yang terkenal hanya di Amerika Serikat saja seperti pemain bisbol atau american footbal sehingga bagi beberapa pembaca yang tidak mengenalnya mungkin akan merasa tidak terkoneksi dengan tokoh tsb

Kutipan favorit :
 "I am a slow walker, but i never walk back" - Abraham Lincoln

Kamis, 08 April 2021

Kata Bersayap #1

Dengan seni, budaya, dan ilmu, manusia menjadi lebih manusiawi.
Layaknya Goethe, Mozart dan Havelaar.
..
Namun terkadang, 
Dengan seni, budaya, dan ilmu pulalah, manusia melewati batas kemanusiaan itu sendiri.
Seperti Lecter, Mao dan Manson.

Jumat, 26 Maret 2021

Sebuah Resensi Picisan : Korupsi

Identitas Buku 

Judul Buku : Korupsi

Penulis Buku : Pramoedya Ananta Toer

Penerbit Buku : Hasta Mitra

Cetakan : Tahun 2002

Tebal : 154 Halaman

Ringkasan 

"Jangan pernah berharap keadilan di dunia ini" kira-kira begitu salah satu kutipan sendu dari Buya Yahya tentang timpangnya kehidupan ini. Keadilan adalah hal mahal di dunia nyata, kontras dengan apa yang disampaikan di novel "Korupsi" karya Penulis Besar Indonesia, Pram. Biasanya Pram sering menampilkan realitas tentang betapa timpang dan tidakadilnya kehidupan, seperti di seri keempat Tetralogi Buru "Rumah Kaca". Namun buku ini menampilkan sebaliknya, diakhir cerita si tokoh utama mendapatkan balasan setimpal atas apa yang dia lakukan.
Berlatar belakang Indonesia era demokrasi parlemen dimana korupsi,suap dan politik dagang sapi merajalela, buku ini menceritakan tokoh utama yang merupakan seorang kepala sebuah kantor dinas jawatan di Jakarta. Seorang kepala keluarga yang "family man", jujur, tegas, disiplin dan anti suap namun dikarenakan prinsip anti suapnya, hidupnya sangat pas-pasan dibandingkan rekan-rekan sejawatnya yang sudah terbiasa dengan lingkungan yang korup. Kebutuhan akan pendidikan, tekanan ekonomi serta "pekarangan tetangga yang lebih hijau" mengikis perlahan-lahan idealisme tokoh utama. Gabungan dari jabatan tinggi, peluang, keinginan dan bobroknya sistem membuatnya mencicip sedikit demi sedikit dosa korupsi. Dosa korupsi itupun perlahan mulai merubah sifat dan kehidupan tokoh utama. Dari semula pria setengah baya yang setia pada istri, ayah yang dekat dengan anak-anaknya, atasan yang menjadi tauladan, serta pribadi yang ramah menjadi pria setengah baya yang hobi memelihara gundik, menelantarkan anak-istrinya, mempermalukan posisinya, serta membuang jauh kesusilaan.
Akhir cerita, si tokoh utama mendekam dalam penjara dengan penyesalan terlebih saat dihakimi dihadapan anak-istri yang telah ditinggalkannya serta anak buah yang dulu begitu mengaguminya.

Kelebihan : 

Pram adalah master dalam mendeskripsikan latar belakang dan waktu dalam novelnya. Setiap kata, kalimat, frasa dalam buku ini berhasil membuat saya bisa mengimajinasikan tempat dimana tokoh-tokoh berdialog, tempat kejadian, suasana serta ambience-nya yang bercorak Indonesia tahun 1950an

Kekurangan : 

Plotnya terkesan sangat sederhana, datar, dan tidak njlimet seperti karya Pram yang laim

Kutipan favorit : 
"Keperwiraan!Keperwiraan!Keperwiraan menghadapi segala-galanya. Cukup keperwiraan yang bisa menolong Indonesia,pak"

Selasa, 23 Maret 2021

Sebuah Resensi Picisan : Komunitas Arab di Surabaya 1900 - 1942

Identitas Buku 

Judul Buku : Komunitas Arab di Kota Surabaya 1900-1942

Penulis Buku : Drs. Artono, M.Hum

Penerbit Buku : Publisher Kendi

Cetakan : Tahun 2021

Tebal : 139 Halaman


Ringkasan 

"Suku Arab di Indonesia adalah minoritas yang mayoritas", mungkin itu adalah salah satu kalimat yang bisa saya simpulkan setelah membaca buku ini. Sebagai salah satu komunitas yang cukup dominan dalam sejarah bangsa Indonesia, saya memang cukup jarang melihat buku yang mengulas mengenai komunitas Arab di Indonesia baik di rak-rak toko buku maupun di media sosial penerbit-penerbit. Saya secara pribadi memiliki ketertarikan mengenai hal ini, terlebih saat ini saya tinggal di perkampungan Arab di Surabaya persis sesuai dengan lokasi yang dibahas dibuku inj. Dengan adanya buku ini membuat saya memiliki sedikit pemahaman secara historis tentang siapa dan bagaimana komunitas Arab lahir dan tumbuh berkembang di Indonesia. Secara khusus buku ini juga merujuk pada salah satu buku karangan Huub de Jonge yang membuat saya semakin ingin mendalami mengenai komunitas Arab khususnya yang mengaku memiliki genealogi dengan Nabi Muhammad SAW.
Dikarenakan buku ini adalah pengembangan dari suatu tesis , tentunya buku ini menggunakan susunan kalimat dan kosa kata resmi khas penelitian ilmiah. Keakurasian buku ini juga terjamin karena disandarkan pada laporan-laporan, surat kabar dan penelitian pada jaman kolonial bukan hanya pada asumsi penulis. Dalam banyak bagian, saya juga tidak menemukan sudut pandang yang bias penulis. Semua disampaikan seobjektif mungkin.
Saya tahu mungkin banyak yang bertanya apa manfaat membaca buku ini? Dari saya pribadi, memahami komunitas Arab ini sangat penting, agar mampu menempatkan komunitas Arab sesuai pada porsinya di masyarakat. Terlebih saat ini masyarakat yang beragama Islam Indonesia sedang memiliki semangat dalam beragama yang sangat tinggi dan tidak dapat dipungkiri, komunitas Arab memiliki tempat tinggi dalam pandangan masyarakat Islam, sehingga sangat mungkin adanya mis-konsepsi dan timbul reaksi berlebihan jika terjadi sesuatu menyangkut komunitas Arab di Indonesia

Kelebihan : 

Uraiannya sangat padat dan jelas. Tidak ada kata-kata njlimet dan berulang sehingga pembaca tinggal menelan saja apa yang disampaikan penulis. Catatan kaki dibawah terutama sangat membantu untuk mencari rujukan buku selanjutnya.

Kekurangan : 

Saya akan sangat senang jika  gambar dan peta ditempatkan diantara paragraf-paragraf buku ini, terlebih gambar yang berwarna. Penempatan gambar (apalagi yang hitam putih) dibagian belakang buku agak merepotkan membaca dan kurang membantu pembaca untuk mengimajinasikan apa yang dijelaskan penulis.

Kutipan favorit : 
"Indonesia, simbol persatuanku
Indonesia, tanah dimana aku dilahirkan
Kesatuan orang Arab di Indonesia semakin cerah
Kita tetap setia"

Gratitude Journal of Bapak Dua Anak #16 : Lagu baru favoritku itu bernama Sunyi

Semakin tua aku Semakinku menyukai lagu yang sunyi hening ditengah hiruk pikuk dunia Diselangi irama celotehan lucu Fleur dan Finix Diantara...