Dalam kegelapan dan ketakutan kita nikmati berlindung dalam naungan Allah layaknya Balita dalam dekapan Ibunya ketika malam datang.
Menikmati akan datangnya upah kesabaran kita meskipun tak seluas sabarnya penduduk Syam dan Palestina.
Menikmati alunan Sholawat Asyghil yg melantun pelan diantara ramainya dunia, berharap orang dzolim saling menyakiti satu sama lain.
Menikmati berpayung pada Puasa, Sholat Malam, serta Munajat dari derasnya fitnah dunia.
Menikmati akan jika nantinya harus turun kejalan, berdiri diantara orang-orang yang masih percaya akan kejujuran dan tegaknya amar maruf nahi munkar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar