Rabu, 05 Agustus 2026

Gratitude Journal of Bapak Dua Anak #18 : Dear Fleur




Pagi ini saya dan Bunda mengantarkan Fleur mengikuti 
kejuaraan Taekwondo di Jakarta Timur.
Fleur nampak sangat antusias karena terakhir Ia mengikuti turnamen sudah lebih dari 2 tahun yang lalu.
Tambahan latihan pun Ia ikuti dengan tekun dari sore hingga menjelang malam.
..
Ketika akan naik di "medan pertandingan", saya melihat lawannya dibriefing oleh Pelatihnya (yang nampaknya juga Ayahnya) dengan sangat fokus.
Tiba-tiba saya langsung berfirasat tidak enak "Anak ini kliatannya tangguh" batin saya
Maka benarlah dugaan saya, saat bel dibunyikan, mendadak satu tendangan atas Ap Chagi mengenai bibir Fleur. Ia langsung terjatuh. Menahan tangis. Bibirnya berdarah.
Pertandingan dilanjutkan dan "Buk!" Ap Chagi kedua langsung mendarat di badan Fleur yang terlindungi Body protector.
..
Time out. pertandingan dihentikan sementara. 
Wasit dan Pelatih Fleur mendekati Fleur yang sudah "membik-membik" menahan tangis yang akan meledak.
"Kamu masih kuat? Dihentikan saja ya?" tanya Wasit yang tau pertandingan ini sudah jelas siapa pemenangnya.
"Fleur gimana? Mau lanjut" tanya Pelatihnya dengan tenang.


..
Sembari menghapus air mata yang mulai menetes dengan jemarinya, Fleur kami berbisik "Lanjut aja Sabeum".
Dada saya terasa penuh
Kemudian lanjutlah pertandingan tsb yang sudah jelas hasilnya. Fleur nampak takut melancarkan serangan, Lawannya menekan kuat.
Bel berbunyi, Fleur kalah.
Saat berjalan keluar arena berjalan Ia menangis kencang.
Lawannya berlari memeluk Fleur dan menghiburnya namun Ia sudah tak fokus lagi.
Saya tersenyum.
..
Panikkah saya ketika bibirnya berdarah?Tentu saja, saya khawatir ada bagian lain yang sakit (untungnya sudah dicek oleh paramedis pasca pertandingan dan tidak ada cedera). Pun saya pasti diomeli Bundanya yang marah anaknya berdarah demikian.
Namun pagi itu pula dada saya penuh sekali.
Dengan kebanggaan.
Putri kami tumbuh jadi anak yang pantang menyerah.
Ia tahu ia akan dikalahkan, ia tahu lawannya mungkin lebih jago.
Tapi ia tetep maju, menyelesaikan apa yang ia mulai, sampai selesai. Meski hatinya gentar dan takut.
..
Diluar GOR saya gendong Putri kami yang sudah naik kelas 4 SD itu
"Malu" ujarnya sambil masih menangis.
"Tapi Ayah pengen meluk Kakak" jawab saya.
Ia tetaplah Putri kecil saya, Ia tetap mau saya gendong.
..
"Terima kasih ya Kak sudah jadi kebanggaan Ayah Bunda.
Kakak sudah berusaha tekun dan Kakak tidak menyerah.
Ayah nggak peduli Kakak cuma dapat perak, buat Ayah Bunda, Kakak adalah juara" ujar saya lembut.
Ia terdiam sambil tersedu-sedu. Kepalanya disandarkan dipundak saya. 
Diantara lalu lintas Jakarta Timur yang nampak acuh tidak memperdulikan seorang ayah yang sedang menggendong dan memeluk erat putri kecilnya, saya tersenyum dalam hati

"Dear Fleur, kami sayang sekali padamu.
Kamu keren"

Jakarta Timur, 6 Juli 2026





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Optimis Masuk Surga

Jadi ini maksudnya knp banyak ustad/kyai/guru optimis klau orang Indonesia gampang masuk surga Di Mahsyar dan Timbangan kelak, bakal banyak ...